Belajar Fisika itu Mudah

Saturday, October 31, 2015

HUKUM HOOKE

Hukum Hooke - Sebuah benda yang dikenai gaya akan mengalami perubahan bentuk misalnya perubahan volume dan panjangnya. Misalnya sebuah pegas akan bertambah panjang akan bertambah panjang dari panjang semula apabila dikenai gaya hingga bata tertentu. Agar lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut. Tapi Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. 
HUKUM HOOKE

Pemberian gaya sebesar F akan akan mengakibatkan perubahan panjang pada pegas. Besar gaya F berbanding lurus dengan perubahan panjang pegas yang secara matematis dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:
HUKUM HOOKE
Keterangan:
Persamaan di atas dapat di artikan bahwa "Jika gaya ditarik hingga sebelum melampaui batas elestisitas pegas, maka pertambahan panjang pegas akan berbanding lurus dengan gaya tariknya".

Pernyataan tersebut pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke, seorang arsitek yang dituhaskan untuk membangun kembali gedung-gedung di Londen yang mengalami kebakaran pada Tahun 1666. Oleh karena itu penjelasan di atas dikenal sebagai Hukum Hooke.

Hubungan Hukum Hooke dan Modulus Young adalah sebagia berikut:
HUKUM HOOKE
Hubungan antara tetapan/konstanta gaya (k)  dengan modulus Young (E), dapat dituliskan sebagai berikut:
Sifat pegas seperti yang dikemukakan oleh Hooke tidak terbatas pada pegas yang diregangkan. Pada pegas yang dimampatkan juga berlaku Hukum Hooke, selama pegas berada pada daerah elastis. sifat pegas seperti itu banyak digunkan didalam kehidupan sehari-hari, misalnya neraca pegas, pada pegas mesin, dan peredam kejut pada kendaraan bermotor.
HUKUM HOOKE
Garafik pada gambar di atas gaya terhadap penambahan panjang untuk seutas kawat aluminium yang panajangnya 2mdan luas penampang 2 mm^2. Titik A disebut batas eleastisitas, penambahan panjang sebanding dengan gaya tarik. Daerah OA disebut daerah elastis dan berlaku Hukum Hooke. Pada daerah OA, jika  gaya tarik dihilangkan maka pegas akan kembali ke bentuk semula.

Jika pegas ditarik hingga melampaui batas maksimum elestisitas pegas maka kawat akan memasuki daerah plastik. Pada daerah ini pertambahan panjang tidak lagi berbanding lurus dengan gaya tarik yang diberikan, yang berarti hukum Hooke tidak lagi berlaku. Jika gaya tarik ditiadakan pada kondisi ini, maka kawat tidak akan kembali kekondisi semula. Gaya maksimum yang dapat diberikan pada kawat tampa mematahkannya terjadi di titik B atau disebut titik tekuk. saat mencapai puncak titik C, bahkan akan putus atau patah. Oleh karena itu, titik C disebut titik patah/putus.



Unknown Fisika Klasik
Wednesday, October 14, 2015

PRINSIP KERJA LUP SEBAGAI ALAT OPTIK

Prinsip kerja LUP sebagai alat optik----- Dikehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari optik. Optik merupakan merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang membahas mengenai perilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan materi. Jenis-jenis optik sangat beragam seperti mata, lup, teleskop, periskop, toropong, kacamata, microskop, dll. Pada kesempatan ini kita khusus membahas tentang Prinsip Kerja LUP sebagai alat optik. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. 
Lup adalah alat optik yang hanya mempunyai satu lensa. Lup digunakan untuk melihat benda yang kecil agar tampak lebih besar. Lup ini sering digunakan oleh tukang servis arloji, tukang servis barang elektronik, dan sebagainya. Prinsip kerja
lup dapat dijelaskan pada Gambar 1.

Gambar 1
PRINSIP KERJA LUP SEBAGAI ALAT OPTIK


Gambar 2
PRINSIP KERJA LUP SEBAGAI ALAT OPTIK

Jika suatu benda  yang tingginya y berada pada titik fokussuatu lensa maka bayangan terbentuk di retina, seperti ditunjukkan pada gambar 3.

Gambar 3
PRINSIP KERJA LUP SEBAGAI ALAT OPTIK

Suatu lensa cembung dengan panjang fokusnya f (f < X), diletakkan di depan mata dan digunakan untuk melihat benda yang diletakkan di titik fokus lensa tersebut, seperti ditunjukkan pada Gambar 4.

Gambar 4.
PRINSIP KERJA LUP SEBAGAI ALAT OPTIK


PRINSIP KERJA LUP SEBAGAI ALAT OPTIK

Sekian penjelasan dari prinsip kerja LUP sebagai alat optik, jika ada yang kurang dalam artikel ini mohon dikomentari untuk peningkatan artikel kami ke depannya.
Unknown Fisika Klasik