Belajar Fisika itu Mudah

Showing posts with label Material. Show all posts
Showing posts with label Material. Show all posts
Wednesday, May 10, 2017

ASAS KETIDAKPASTIAN HEISENBERG

Rumusan Umum Ketidakpastian Heisenberg

Kenyataan bahwa sebuah partikel bergerak harus dipandang sebagai group gelombang de Broglie dalam kedaan tertentu alih – alih sebagai suatu kuantitas yang terlokalisasi menimbulakan batas dasar pada ketetapan pengukuran sifat partikel yang dapat diukur misalnya kedudukan momentum.
Untuk menjelaskan faktor apa yang terlibat, marilah kita meninjau group gelombang dalam gambar 2.3 berikut:

Partikel yang bersesuaian dengan grup gelombang ini dapat diperoleh dalam selang grup tersebut pada waktu tertentu. Tentu saja kerapatan peluang |Y|^2 maksimum pada tengah – tengah grup, sehingga patikel tersebut mempunyai peluang terbesar untuk didapatkan di daerah tersebut. Namun, kita tetap mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan partikel pada suatu tempat jika
|Y|^2 tidak nol.
ket: |Y|^2 = fungsi gelombang

Jadi kita sampai pada prinsip ketidakpastian : Tidak mungkin kita mengetahui keduanya yaitu kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat yang bersamaan.

Prinsip ini dikemukakan oleh Werner Heisenberg pada tahun 1927, dan merupakan salah satu hukum fisis yang memegang peranan penting. Persoalan berikutnya adalah mencari suatu besaran yang mampu menampung dan mempresentasikan sifat – sifat partikel sekaligus sifat – sifat gelombang. Dengan demikian kuantitas tersebut harus bersifat sebagai gelombang tetapi tidak menyebar melainkan terkurung di dalam ruang. Hal ini dipenuhi oleh paket gelombang yang merupakan kumpulan gelombang dan terkurung dalam ruang tertentu. Analisis yang formal mendukung kesimpulan tersebut dan membuat kita mampu untuk menyatakannya secara kuantitatif. Contoh yang paling sederhana dari pembentukan grup gelombang, perhatikan kombinasi dari dua gelombang bidang berikut :


Dengan amplitudo AR



 

Bila gelombang tunggalnya diperbanyak,


Tampak dari gambar 2.6 bahwa paket gelombang terlokalisasi di daerah yang sebesar Dx dan  lokalisasi ini yang diharapkan sebagai posisi partikel klasik. 


Setelah mendapatkan barang yang dapat menyatakan partikel sekaligus gelombang berikutnya harus dicari perumusan matematisnya. Formalisme matematis untuk paket gelombang yang terlokalisasi tersebut tidak lain adalah transformasi Fourier.

Sebagai contoh, jika distribusi gelombang dengan vektor gelombang k, g(k), diberikan seperti gambar.


Maka distribusi gelombang di dalam ruang koordinat f(x),


Grafiknya,

Dari uraian contoh dan gambar transformasi Fourier di atas, diperoleh hubungan antara Dx dan Dk (atau Dp). Hubungan antara Dx dan Dk bergantung pada bentuk paket gelombang dan bergantung pada Dk, Dx didefinisikan. Perkalian (Dx) (Dk) akan minimum jika paket gelombang bergantung pada Dk, Dx didefinisikan. erkalian (Dx) (Dk) akan minimum jika paket gelombang berbentuk fungsi Gaussian, dalam hal ini ternyata transformasi Fouriernya juga merupakan fungsi Gaussian juga. Jika Dx dan Dk diambil deviasi standar dari fungsi Y(x) dan g(k), maka harga Gaussian juga. Jika Dx dan Dk diambil deviasi standar dari fungsi Y(x) dan g(k), maka harga minimum Dx Dk = ½. Karena pada umumnya paket gelombang tidak memiliki bentuk Gaussian (bentuk lonceng), maka lebih realistis jika hubungan antara Dx dan Dk dinyatakan sebagai berikut :
Ket: Dx adalah perubahan jarak x, Y adalalah sigma (fungsi gelobang)
















Oleh karena itu, suatu ketidakpastian Dk dalam jumlah gelombang pada gelombang de Broglie berhubugan dengan hasil – hasil partikel dalam suatu ketidakpastian Dp dalam momentum partikel menurut Persamaan




Thursday, May 19, 2016

APA ITU PARTIKEL

Partikel merupakan sebuah istilah yang kerap digunakan oleh para fisikawan maupun kimiawan dalam mempelajari sebuah material atau zat. pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu bagian terkecil sebuah materi yang disebut partikel.
Ilmu fisika merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam yang terjadi. Di dalam fisika terdapat cabang-cabang ilmu yang lebih terkhusus lagi seperti fisika zat padat yang khusus mempelajari zat pada beserta perilaku dan ciri-cirinya. 



Dalam ilmu fisika partikel, partikel disebut sebagai satuan dasar suatu benda atau energi sebagai contoh dalam fisika yaitu partikel alpha, beta, gamma, proton, neutron, elektron, deutron, triton, quarks, pion dan yang terbaru adalah partikel Boson Higgs. Sedangkan dalam kimia koloid sering kita temuan istlah kimia koloid, fase koloid, dll.
Tuesday, March 1, 2016

PENGERTIAN MODEL ATOM RUTHERFORD

Model atom Rutherford---Atom merupakan suatu bagian kecil dar sebuah unsur atau zat yang memiliki partikel-partikel penyesunnya. Setiap atom memiliki satuan unit yang disebut elektron, proton, dan neutron. Namun penelitian baru-baru ini telah berhasil membuktikan bahwa terdapat mahluk lain yang menghuni inti selain proton dan neutron. Mahluk ini disebut "Quarks".
Atom sendiri berasal dari kata Yunani "atomos" yang berarti "tidak dapat dibagi lagi". Kita ketahui bahwa atom merupakan penyusun sebuah unsur/zat yang diperkenalkan oleh ahli filsuf bangsa Yunani dan India.

Hingga saat ini terdapat banyak sekali model atom yang telah diperkenalkan oleh para ilmuan namun saat ini kita hanya akan membahas tentang model atom Rutherford. Model atom Rutherford menyerupai sistem tatasurya di mana elektron diibaratkan sebuah elektron dan inti dari atom adalah matahari. Nah berikut ini merupakan sedikit kilasan tentang Model Atom Rutherfor.
Model Atom Rutherford
Gambar 1. Model atom Rutherford


Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesmipulan beberapa berikut:
1.         Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
2.         Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
3.         Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak

Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Rutherford

Kelebihan
Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti

Kelemahan
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.
Unknown Material
Thursday, December 3, 2015

KALSIFIKASI MATERIAL ALAM

Klasifikasi Material Alam--Hai sobat mahsiswa sekalian yang kini lagi mendalami kajian tentang material alam. Dalam kajian tentang material alam kali ini kita tidak akan membahas secara luas mengenai material-material yang dipaparkan namun hanya sebatas penjelasan dan klasifikasi material-material alam. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping.

Material-material yang sering digunakan di dalam masalah teknik dan fisika material di bagi menjadi 4 bagian besar :
1. Logam
2. Keramik
3. Polimer
4. Komposit


A. LOGAM 


Logam yang digunakan sebagai bahan teknik terbagi menjadi 2 yaitu ;
1. logam berbahan dasar Fe (Ferro) atau besi
2. Logam yang tidak berbahan dasar Ferro (non Ferro)
Logam berbahan dasar Fe di bagi menjadi :
1. Baja 
Baja adalah paduan antara Fe dan C (besi dan karbon), karbon maksimum dari baja adalah 2,1 %. Karbon didalam baja membentuk karbida besi (Fe3C atau sementit)
Berdasarkan komposisi kimia baja dapat di bagi :
Baja karbon :
@. Baja karbon rendah = %C < 0.2%
@. Baja Karbon sedang = 0.2 > %C < 0.5
@. Baja karbon Sedang = %C > 0.5%
Baja Paduan: 
Baja terdiri dari unsur Fe+C, tetapi dalam pembuatan baja tersebut ditambahkan unsur-unsur paduan yang dapat mempengaruhi sifat-sifat dari baja tersebut. Unsur-unsur paduan yang biasa ditambahkan dalam pembuatan baja seperti : Mn, Al, Ni, Cr, S, P, Mg, Si, dsb.
Baja paduan di bagi berdasarkan jumlah persentase unsur paduan yang di tambahkan
@ baja paduan rendah = apabila jumlah unsur paduannya < 5% , jumlah ini    tidak merubah sifat baja secara luas.
@ baja paduan tinggi = apabila jumlah unsur paduannya >5%, jumlah ini akan mempengaruhi sifat baja secara luas contoh : baja tahan karat dengan unsur paduan Cr >12%.
Berdasarkan Fungsi baja dapat dibagi :
– baja Konstruksi
– Baja Perkakas
– Baja Temperatur tinggi
2. Besi Cor 
Besi cor terdiri dari Fe+C , Komposisi karbon pada besi cor di atas 2,1%. Karbon bebas dari besi cor berupa Grafit yang memiliki sifat getas.
Dari bentuk grafit besi cor dapat dibagi menjadi :
–          Besi cor putih ( tidak memiliki grafit dan sifatnya hampir sama dengan baja karbon tinggi)
–          Besi Cor Kelabu (grafit berbentuk pipih)
–          Besi cor nodular (grafit berbentuk bulat)
–          Besi cor maliable( grafit berbentuk bunga)
(Gambar struktur mikro besi cor dapat dilihat pada lampiran. red)
Sifat –sifat umum dari LOGAM
–          Konduktifitas listrik dan termal yang tinggi
–          Sifat-sifat mekanik (kekerasan dan kekuatan) umumnya tinggi
–          Masa Jenis relatif tinggi
–          Bersifat korosi
–          Warna yang khas dan tidak transparan


B. KERAMIK

Klasifikasi dari keramik :
1. Bahan ORGANIK bukan LOGAM;  Penggunaan dan pemakaiannya pada temperatur tinggi
2. Bahan dari senyawa LOGAM; (oksida,barida, karbida,dan nitrida)
Penggunaan keramik biasanya untuk Isolator, komponen-komponen abrasif, dapat digunakan sebagai lapisan penghalang termal contoh Batu Tahan Api (BTA)
Sifat-sifat umum dari Keramik
–          Keras dan getas
–          Kekuatan tarik rendah
–          Kekuatan Tekan Tinggi
–          Isolator yang baik
–          Tahan korosi
–          Tahan pada temperatur tinggi


C. POLIMER


Klasifikasi polimer dapat dibagi berdasarkan :
· Sumber atau asal
–      Alam : hewan, tumbuhan, dan mineral
–      Sintetis : hasil polimerisasi hasil polimer adisi
· Sifat termal
–      Termoplastik (selulosa, polisterin, Vinil)
–  Termoseting plastik (phenol, amino, furan, gemuk)
Sifat-sifat umum dari polimer 
–      Ringan (masa jenis relatif rendah)
–          Tidak tahan temperatur tinggi
–          Kekuatan tarik rendah dan keuletan tinggi
–          Isolator yang baik
–          Modulus elastisitas rendah





D.KOMPOSIT

Merupakan gabungan dua jenis bahan atau lebih yang terdiri dari SERAT dan MATRIK, digabung dengan konstruksi tertentu tanpa mengubah sifat-sifat bahan penyusunnya.
Jenis-jenis serat :
–          serat gelas
–          serat karbon
–          serat polimer
–          serat logam
Klasifikasi dari komposit tergantung kepada bahan-bahan penyusun seperti :
· Beton bertulang
matrik = pasir, semen, kerikil
serat = batang baja
· Pahat karbida
matrik = Perlit
serat = karbida besi ( sementit)
· pahat CERMET
matrik = Keramik
serat = logam
· Carbonex
matrik = Resin
serat = serat karbon

Unknown Material