Belajar Fisika itu Mudah

Sunday, November 15, 2015

PENGARUH SUHU PADA SEMIKONDUKTOR

Pengaruh suhu pada semikonduktor sangat besar, hal ini karena konduktivitas  listrik semikonduktor berubah cukup besar terhadap perubahan suhu. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. Berikut beberapa hal yang perlu dipahami:

Pada nol mutlak


Pada suhu nol mutlak, semua elektron dipegang sangat rapat oleh atom-atom semikonduktor. Elektron pada orbit dalam terikat sedangkan elektron valensi digunakan bersama dalam ikatan kovalen. Pada suhu ini ikatan kovalen sangat kuat  dan tidak ada elektron bebas. Oleh karena itu, kristal semikonduktor berkelakuan  sebagai isolator yang sempurna. Dalam deskripsi pita energi, pita valensinya dipenuhi dan terjadi celah energi yang besar antara pita valensi dan pita konduksi. Sehingga tidak ada elektron valensi yang dapat pencapai pita konduksi untuk menjadi elektron bebas. Ini terkait dengan tidak ada persediaan elektron bebas dalam semikonduktor yang berkelakukan sebagai isolator. yang berkelakukan sebagai isolator.


Di atas nol mutlak


Jika suhu dinaikkan, beberapa ikatan kovalen dalam semikonduktor patah oleh karena energi panas yang ditambahkan. Patahnya ikatan membuat elektron yang digunakan bersama dalam formasi ikatan ini menjadi bebas. Hasilnya adalah beberapa elektron bebas ada di dalam semikonduktor. Elektron bebas ini dapat menyebabkan arus listrik yang kecil bila beda potensial dikenakan menyilang kristal semikonduktor itu. Hal Ini menunjukkan bahwa resistansi semikonduktor menurun dengan kenaikan suhu dan dikatakan ia memiliki resistansi dengan koefisien suhu negatif. Bisa ditambahkan bahwa pada suhu kamar, arus yang melalui semikonduktor cukup kecil. Ketika suhu dinaikkan beberapa elektron valensi memiliki cukup energi untuk masuk ke dalam pita konduksi dan kemudian menjadi elektron bebas. Di bawah pengaruh medan listrik, elektron bebas ini akan menimbulkan arus listrik. Perlu diingat bahwa setiap kali elektron valensi masuk ke dalam pita konduksi, maka terbentuk lubang (hole) di dalam pita valensi. Lubang juga menyumbangkan arus listrik. Arus lubang merupakan konsep utama dalam semikonduktor.  Perhatikan gambar berikut.

PENGARUH SUHU PADA SEMIKONDUKTOR
Silikon Murni

Pengaruh suhu pada semikonduktor sangat jelas berpengaruh sehingga pemanfaatan bahan ini sangat besar dibidang elektronika. Baca juga Semikonduktor Instrinsik  dan Bahan semikonduktor sebagai reverensi anda.

SEMIKONDUKTOR INSTRINSIK

Semikonduktor Instrinsik---Pada penerapan ilmu fisika dalam bidang material terdapat cabang ilmu fisika yang khusus mempelajari bahan semikonduktor. Pada pembahasan tentang kelistrikan diketahui terdapat tiga jenis bahan yaitu Isolator, Konduktor, dan semikonduktor. Bahan semi konduktor adalah bahan yang paling sering digunakan dalam bidang elektronika. Baca artikel tentang Bahan Semikonduktor  agar lebih jelas. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. 
Silikon dan germanium merupakan dua jenis semikonduktor instrinsik (murni) yang sangat penting dalam elektronika. Keduanya terletak pada kolom empat dalam tabel periodik dan mempunyai elektron valensi empat. Struktur kristal silikon dan germanium berbentuk tetrahedral dengan setiap atom memakai bersama sebuah elektron valensi dengan atom-atom tetangganya.  Gambar 1 memperlihatkan bentuk ikatan kovalen dalam dua dimensi. Pada temperatur mendekati harga nol mutlak, elektron pada kulit terluar terikat dengan erat sehingga tidak terdapat elektron bebas atau silikon bersifat sebagai insulator.

SEMIKONDUKTOR INSTRINSIK
Gambar 1. Ikatan kovelen Silikon dalam bentuk dua dimensi

Energi yang diperlukan mtuk memutus sebuah ikatan kovalen adalah sebesar 1,1 eV untuk silikon dan 0,7 eV untuk germanium.  Pada temperatur ruang (300K), sejumlah elektron mempunyai energi yang cukup besar untuk melepaskan diri dari ikatan dan tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi menjadi elektron bebas (gambar 2).  Besarya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari pita valensi ke pita konduksi ini disebut energi terlarang (energy gap).  Jika sebuah ikatan kovalen terputus, maka akan terjadi kekosongan atau lubang (hole).  Pada daerah dimana terjadi kekosongan akan terdapat kelebihan muatan positif, dan daerah yang ditempati elektron bebas mempunyai kelebihan muatan negatif.  Kedua muatan inilah yang memberikan kontribusi adanya aliran listrik pada semikonduktor instrinsik (murni).  Jika elektron valensi dari ikatan kovalen yang lain mengisi lubang tersebut, maka akan terjadi lubang baru di tempat yang lain dan seolah-olah sebuah muatan positif bergerak dari lubang yang lama ke lubang baru.

SEMIKONDUKTOR INSTRINSIK


SEMIKONDUKTOR INSTRINSIK

Gambar 2. a) Struktur kristal silikon memperlihatkan adanya sebuah ikatan kovalen yang terputus dan b) Diagram pita energi menunjukkan tereksitasinya elektron ke pita konduksi  dan meninggalkan lubang di pita valensi


Proses aliran muatan ini, yang biasa disebut sebagai “arus drift” dapat dituliskan sebagai berikut “Peristiwa hantaran listrik pada semikonduktor adalah akibat adanya dua partikel masing-masing bermuatan positif dan negatif yang bergerak dengan arah yang berlawanan akibat adanya pengaruh medan listrik”. Akibat adanya dua pembawa muatan tersebut, besarnya rapat arus dinyatakan sebagai:

dimana ni  disebut sebagai konsentrasi intrinsik.  Beberapa properti dasar silikon dan germanium diperlihatkan pada tabel 1.

Tabel 1. Beberapa properti dasar silikon dan germanium pada 300K
SEMIKONDUKTOR INSTRINSIK















Unknown Elektronika
Saturday, November 14, 2015

SEJARAH PERCOBAAN TETES MINYAK MILIKAN


Sejarah percobaan tetes minyak Milikan-- Pengukuran muatan elementer telah diupayakan oleh Thompson sejak berhasil menentukan nilai e/m untuk elektron. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. Dalam eksperimennya, Thompson menggunakan "kamar kabut" (cloud chamber) temuan C.T.R  Wilson. Tetapi Thompshon Gagal. Dia tidak dapat menemukan jejak tetes air bermuatan seperti yang diharapkan untuk dapat menentukan muatan elementer. Namun demikian, dalam percobaannya tersebut, Thompson mengamati keberadaan tetes air disekitar ion bermuatan yang membentuk semcan kabut. Dari kabut ini, Thompson mengukur muatan total Q setelah melewatkannya. pada sebuah kapasitor. Kabut ion tersebutakan menyebabkan terjadinya pengosongan muatan pada kapasitor yang dilaluinya.Thompson kemudian menentukan jumlah N tetesan dlaam kabut tersebut dengan membagi volume air dalam kabut dengan volume satu tetesan. Hasilnya memberi nilai rata-rata muatan per tetesan, Q/N yang kemudian diambil sebagai nilai hasil pengukuran muatan elementer.

SEJARAH PERCOBAAN TETES MINYAK MILIKANMetode Thompson kemudian diperbaiki oleh H. A. Wilson dengan cara melakukan pengukuran dua jenis kecepatan yaitu kecepatan bawah akibat berat tetesan, dan kecepatan ke atas oleh pengaruh medan listrik. Dari kedua pengukuran kecepatan tersebut, Wilson menentukan massa dan muatan tetesan. Untuk mengukur kecepatan tetesan, Wilson mengamati puncak kabut tetesan yang tajam. Wilson menemukan bahwa dengan adanya medan listrik, terdapat dua atau bahkan tiga puncak kabut yang bergerak dengan kecepatan yang bervariasi. Ini berarti terdapat tetesan yang mengandung satu, dua, dan lebih muatan elementer.

Dalam masa perkembangan inilah, pada tahun 1907 Robert Andrews Milikan dan L. Begman memulai penelitian pada topik yang sama. Bersama Begman, Milikan membuat perangkat yang sama dengan kamar kabut Wilson. Tetapi dengan sebuah baterai berdaya tinggi yang dimilikinya saat itu, Milikan dapat menghasilkan medan listrik yang jauh lebih besar dibandingkan dengan percobaan sebelumnya. Medan listrik yang besar ini sangat membantu dalam mengamati tetesan air tunggal, bukan dalam bentuk kabut tetesan. Pada tahun 1909, Milikan akhirnya mempublikasikan hasil pengukuran muatan fundamental yang didasarkan atas pengamatan dengan gas sekelilingnya, belakangan diketahui bahwa tetesan seperti itu tidak dapat diperoleh secara reliabel. Dari sinilah muncul ide untuk mengganti air dengan minyak. Milikan selanjutnya bekerja bersama Harvei Fletcher, seorang mahasiswa pascasarjana bimbingannya yang lain, dalam eksperimentnya tetes minyak Milikan ini.

Pada tahun 1910 Milikan pertamakali mempublikasikan hasil pengukuran yang dilakukannya bersama Fletcher. Tetes minyak dihasilkan denhan menggunakan atomizer, sebuah alat yangdihasilkan oleh J.Y. Lee dua tahun sebelumnya dilaboratorium Ryerson untuk study gerak Brownian. Dalam makalah itu, Milkan menulis "Tuan Harvey Flatcher dan saya, yang telah bersama-sama dalam eksperiment ini sejak Desember 1909 telah mempelajari tetes minyak ini antara bulan Desember dan Mei sebanyak satu hingga dua ribu tetesan minyak yang memilki muatan mula-mula 1 dan 150, dan kami melakukan dengan berbagai jenis zat, seperti minyak, raksa, dan gliserin, dan dalam setiap kasus kami temukan bahwa muatan dari sebuah tetesan sebenarnya merupakan sebuah perkalian dari nilai muatan terskecil yang kami ketahui muatan tersebut berasal dari udara yang ditangkap oleh tetesan.
Unknown Fisika Modern

BAHAN SEMIKONDUKTOR

Bahan semikonduktor---Dalam ilmu fisika yang mempelajari tentang Zat padat, kita ketahui terdapat bahan yang bersifat Konduktor, Isolator, dan Semikondutor. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. Pada artikel ini kita akan fokus terhadap pembahasan mengenai Bahan Semikonduktor. Bahan Semikonduktor merupakan bahan yang dapat berubah menjadi konduktor yang baik ketika diberi energi yang cukup untuk menjadikannya konduktor.

Bahan tertentu seperti germanium, silikon, karbon, dan sebagainnya adalah bukan sebagai konduktor seperti tembaga atau bukan sebagai isolator seperti kaca. Dengan kata lain, resistivitas bahan tersebut terletak antara konduktor dan isolator. Bahan demikian dikelompokkan sebagai semikonduktor. Semikonduktor mempunyai sifat-sifat yang bermanfaat dan sangat intensif digunakan dalam rangkaian elektronik. Sebagai contoh, transistor, merupakan piranti semikonduktor yang secara cepat dan hampir total menggantikan tabung hampa pada setiap aplikasi. Transistor hanya merupakan salah satu dari keluarga piranti semikonduktor, banyak piranti semikonduktor lain yang menjadi semakin sangat populer, misalnya IC. 

Bahan-bahan Semikonduktor 

Tidak mudah untuk mendefinisikan semikonduktor jika ingin mencakup semua sifat fisis yang dimilikinya. Tetapi pada umumnya, semikonduktor didefinisikan berdasarkan konduktivitas listriknya, yakni  semikonduktor merupakan bahan yang  mempunyai resistivitas (10^-4)
 hingga 0,5 Ohmmeter) antara konduktor dan isolator, contohnya
germanium, silikon, karbon, selenium, dan sebagainya. Perhatikan tabel berikut !

BAHAN SEMIKONDUKTOR

Membandingkan resistivitas bahan-bahan di atas nampak bahwa resistivitas germanium (semikonduktor) cukup tinggi dibandingkan tembaga (konduktor) tetapi cukup rendah dibandingkan kaca (isolator). Ini memumjukkan bahwa resistivitas bahan semikonduktor terletak antara konduktor dan isolator. Tetapi akan salah bila dikatakan bahwa bahan semikonduktor sebagai bahan resistan. Sebagai contoh nichrome yang merupakan satu bahan resistan tertinggi, memiliki resistivitas yang jauh lebih rendah dari pada germanium. Hal ini menunjukkan bahwa secara elektrik germanium tidak dapat dianggap sebagai konduktor atau isolator atau sebuah bahan resistan. Sangat mungkin untuk membuat campuran logam (alloy) yang resistivitasnya terletak dalam kisaran semikonduktor tetapi campuran tersebut tidak dapat dianggap sebagai semikonduktor. Kenyataannya, semikonduktor memiliki sejumlah sifat khusus yang membedakannya dari konduktor, isolator dan bahan resistan.

Sifat-Sifat Bahan Semikonduktor

  1. Resistivitas semikonduktor lebih kecil dari pada isolator tetapi lebih besar dari pada konduktor.
  2. Semokonduktor memiliki resistansi dengan koefisien suhu negatif, yaitu bahwa resistansi semikonduktor menurun dengan kenaikan suhu dan sebaliknya. Sebagai contoh, germanium menjadi isolator pada suhu rendah tetapi merupakan konduktor yang baik pada suhu tinggi. 
  3. Ketika ketakmurnian metalik yang tepat (seperti arsenik, gallium, dsb.) ditambahkan  ke dalam bahan semikonduktor, maka sifat-sifat konduksi arusnya berubah cukup besar. Inilah sifat yang paling khas dan penting. 


Ikatan Dalam Semikonduktor

Atom-atom setiap unsur terikat bersama oleh aksi pengikatan dari elektron valensi. Ikatan tersebut terkait dengan kenyataan bahwa adanya kecenderungan setiap atom untuk melengkapi orbit terakhirnya dengan memerlukan 8 elektron. Tetapi banyak bahan yang orbit terakhirnya tidak lengkap yakni bahwa orbit terakhirnya tidak memiliki 8 elektron. Hal ini membuat atom-atom aktif masuk ke dalam persetujuan dengan atom lain untuk mencukupi 8 elektron dalam orbit terakhirnya. Untuk itu, atom-atom dapat kehilangan, ketambahan atau menggunakan bersama elektron valensinya
dengan atom lain. Dalam bahan semikonduktor, ikatan terbentuk dengan penggunaan bersama elektron-elektron valensi. Ikatan itu disebut sebagai ikatan kovalen. Dalam formasi ikatan kovalen, setiap atom menyumbangkan jumlah yang sama elektron valensi dan sumbangan elektron itu digunakan bersama oleh atom-atom yang mengajak formasi itu dalam ikatan kovalen. Gambar berikut menunjukkan ikatan kovalen antar atom-atom germanium. Sebuah atom germanium mempunyai 4 elektron valensi. Hal ini cenderung setiap atom germanium memiliki 8 elektron pada orbit terakhirnya. 

BAHAN SEMIKONDUKTOR

Posisi setiap atom germanium sendiri terletak antara empat atom germanium yang lain. Setiap atom tetangga menggunakan bersama satu elektron valensi terhadap atom pusatnya. Dalam urusan kerja sama ini, atom pusat melengkapi orbit terakhirnya dengan 8 elektron mengitari intinya.  Dalam cara demikian, atom pusat membangun ikatan kovalen. Hal-hal pokok berikut berkaitan dengan ikatan kovalen :
  1. Ikatan kovalen dibangun dengan penggunaan bersama dari elektron-elektron valensi.
  2. Dalam formasi ikatan kovalen, setiap elektron valensi dari suatu atom membentuk  ikatan langsung dengan elektron valensi atom terdekat. Dengan kata lain, elektron valensi terkait dengan atom-atom tertentu. Untuk alasan ini, elektron-elektron valensi dalam bahan semikonduktor tidak bebas. 
Suatu bahan di mana atom-atom atau molekul-molekulnya tersusun dalam pola  secara teratur dikenal sebagai kristal. Semua bahan semikonduktor mempunyai struktur sebagai kristal. Oleh karenanya sepotong germanium pada umumnya disebut kristal germanium.  

Thursday, November 12, 2015

RANGKAIAN ELEKTRONIKA SETARA THEVENIN DAN RANGKAIAN SETARA NORTON

Rangkaian Elektronika Setara Thevenin dan Rangkaian Setara Norton---Ada dua bentuk rangkaian setara, yaitu rangkaian setara Thevenin dan rangkaian setara Norton. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. Definisi Tegangan dan Hambatan Thevenin Tegangan Thevenin, VTH, didefinisikan sebagai tegangan yang melewati terminal beban saat hambatan beban terbuka. Karena ini, tegangan Thevenin terkadang disebut
dengan tegangan rangkaian terbuka. Definisinya : 

Tegangan Thevenin : VTH  = VOC

Dengan VOC  merupakan singkatan dari “Open – Circuit Voltage”. Hambatan Thevenin didefinisikan sebagai hambatan yang diukur antar – terminal saat seluruh sumber dibuat nol (dihubungsingkat) dan hambatan beban terbuka. Sebagai definisi :

Hambatan Thevenin : RTH  = ROC

Gambar 1.1 memperlihatkan sebuah kotak hitam (black box) yang mengandung rangkaian dengan sumber searah (DC) dan hambatan linier (hambatan yang tidak berubah dengan naiknya tegangan).

RANGKAIAN ELEKTRONIKA SETARA THEVENIN DAN RANGKAIAN SETARA NORTON
Gambar 1. (a) Kotak hitam yang mengandung rangkaian linear di dalamnya, (b) Rangkaian setara Thevenini.
,

Theorema Thevenin merupakan alat bantu aplikatif dalam dunia elektronika. Theorema ini tidak hanya menyederhanakan perhitungan, tetapi juga memungkinkan kita untuk menjelaskan operasi rangkaian yang tidak mampu dijelaskan hanya dengan menggunakan persamaan Kirchhoff.

Definisi Arus dan Hambatan Norton

Arus Norton, IN, didefinisikan sebagai arus beban saat hambatan beban dihubung singkat. Karena ini, arus Norton terkadang disebut juga dengan arus hubung singkat  (Short – Circuit Current, ISC). Sebagai definisi :

Arus Norton :  IN  = ISC

Hambatan Norton, RN, adalah hambatan yang diukur oleh ohmmeter pada terminal beban saat seluruh sumber diturunkan menjadi nol dan hambatan beban dibuka (dilepas). Sebagai definisi :

Hambatan Norton : RN  = ROC
Karena hambatan Thevenin dan hambatan Norton memiliki definisi yang sama, maka dapat dituliskan : RN  =  RTH

Penurunan ini menunjukkan bahwa hambatan Thevenin sama dengan hambatan Norton. Apabila kita menghitung hambatan Thevenin sebesar 10 kW, maka hambatan Norton juga sebesar 10 kW.

Gambar 1.2 memperlihatkan sebuah kotak hitam (Black Box) yang mengandung rangkaian apa saja dengan sumber searah dan hambatan linier.

RANGKAIAN ELEKTRONIKA SETARA THEVENIN DAN RANGKAIAN SETARA NORTON
Gambar 2. (a) Kotak hitam yang mengandung rangkaian linear di dalamnya, (b) Rangkaian setara Norton


Norton membuktikan bahwa rangkaian dalam kotak hitam pada seperti pada Gambar 1.2(a) di atas akan menghasilkan tegangan beban yang sama dengan rangkaian sederhana Gambar 1.2(b). Sebagai penurunan, theorema Norton terlihat sebagai berikut.
VL  =  IN  (RN | | RL)

Dengan kata lain, tegangan beban sama dengan arus Norton dikalikan dengan hambatan Norton yang parallel dengan hambatan beban.
Sebelumnya kita definisikan hambatan Norton setara dengan hambatan Thevenin. Tetapi perhatikan perbedaan posisi hambatan : hambatan Thevenin selalu diseri dengan sumber tegangan, sedangkan hambatan Norton selalu parallel dengan sumber arus.

Seluruh rangkaian elektronik yang kompleks dapat diketahui besar hambatan, arus dan tegangan berdasarkan pemanfaatan rangkaian setara thevenin dan rangkaian setara norton. artikel ini kami buat agar pembaca dapat memproleh pengetahuan yang cukum untuk mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

Unknown Elektronika

CARA MENENTUKAN TITIK BERAT BENDA HOMOGEN-FISIKA

Cara menentukan titik berat benda homogen-Fisika-- Pada dasarnya benda di permukaan bumi ini sebagian besar memiliki bentuk yang tidak homogen. Homogen yang dimaksud adalah benda yang tidak memiliki bentuk yang teratur. hal ini disebabkan karena adanya campur tangan manusia. Berikut ini beberapa rumus yang digunakan untuk menentukan titik berat benda homogen. Tapi Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping.
CARA MENENTUKAN TITIK BERAT BENDA HOMOGEN-FISIKA
CARA MENENTUKAN TITIK BERAT BENDA HOMOGEN-FISIKA
CARA MENENTUKAN TITIK BERAT BENDA HOMOGEN-FISIKA
CARA MENENTUKAN TITIK BERAT BENDA HOMOGEN-FISIKA
CARA MENENTUKAN TITIK BERAT BENDA HOMOGEN-FISIKA
CARA MENENTUKAN TITIK BERAT BENDA HOMOGEN-FISIKA

Berbagai bentuk bentuk benda di atas telah ditentukan cara menentukan titik beratnya, semoga apa yang telah kami berikan dapat menjadi referensi bagi teman-teman sekalian.




Unknown Fisika Klasik
Monday, November 9, 2015

Tokoh-Robert Hooke (1635 – 1703)

Tokoh-Robert Hooke (1635 – 1703)

--Robert Hooke dilahirkan dipulau Wight. Ia sudah menjadi yatim pada usia 13 tahun. Ketika masih muda, Hooke bekerja sebagai pramusaji dan menggunakan uangnya untuk kuliah di Oxford University. Pada tahun 1655, Hooke membantu Robert Boyle dalam menemukan pompa udara.

Di Royal Society, Robert Hooke (1635 – 1703) bekerja sebagai kurator berbagai eksperimen. Ia mendemontrasikan ide-ide baru yang menarik kepada para anggota Royal Society setiap minggunya. Selain itu, Hooke juga seorang arsitek yang terkenal di zamannya. 

Tokoh-Robert Hooke (1635 – 1703)Hooke paling dikenang karena hukum elastisitas-nya. Hukum ini menyatakan bahwa sejauh mana suatu benda padat itu menjadi tidak karuan bentuknya berbanding lurus dengan gaya yang diberlakukan terhadapnya. Timbangan pegas untuk menimbang hasil bumi di pasar swalayan menggunakan prinsip ini. 

Banyak ilmuwan yang mengakui kontribusi Hooke dalam temuannya. Misalnya, Newton, Halley, dan Robert Boyle. Robert Hooke (1635 – 1703) meninggal dunia setelah melakukan ribuan kali ekesperimen dalam hidupnya.
Unknown Tokoh
Friday, November 6, 2015

BIOGRAFI JOHANNES KEPLER

Biografi Johannes Kepler

 ---Johannes Kepler adalah ahli astronomi dan matematika dari Jerman, penemu hukum Kepler, teleskop Kepler, teori cahaya, dan bapak astronomi modern.  Kepler dilahirkan di Well der Stadt, Wurttemberg, Jerman, pada tanggal 27 Desember 1571. Masa kecil Kepler penuh dengan penderitaan. Ia lahir sebelum waktunya. Kepler tak terurus, badannya kurus, lemah, dan sakit-sakitan. Ayahnya tak mau memberinya makan. Untunglah kepala desa Wurttemberg baik hati. Kepler dijadikan anak angkat dan dibiayai sekolahnya. 

Pada tahun 1593, Kepler menjadi guru. Dalam usia 25 tahun, Kepler menerbitkan bukunya yang berjudul The Cosmic Mystery (1596) dalam bahasa Latin. Dengan karyanya ini, Kepler menjadi ilmuwan terkenal pertama yang secara publik mendukung Corpenicus. Karyanya ini juga menarik perhatian Tyco Brahe. Johannes Kepler kemudian diangkat menjadi pembantunya di observation Benatek, Praha. Tahun berikutnya, Tyco Brahe meninggal. Ia meninggalkan catatan dan data tentang posisi 777 bintang tetap yang masih berantakan dan belum lengkap. Selanjutnya Kepler menyusun dan melengkapinya menjadi 1.005 bintang. 

TOKOH-JOHANNES KEPLER fisikainfo.comSetelah mempelajari data-data Tyco Brahe selama 8 tahun, Kepler menemukan bentuk orbit planet yang sebenarnya. Kepler merangkum penemuan-penemuannya dalam The New Astronomy (1609). Isinya antara lain hukum Kepler I “Orbit planet berbentuk elip dengan Matahari terletak pada salah satu fokusnya,” dan hukum Kepler II,“Garis yang menghubungkan sebuah planet dengan matahari itu menyapu luas area yang sama dalam interval waktu yang sama.” Sepuluh tahun kemudian Kepler
berhasil menemukan hukum Kepler III, “Kuadrat kala revolusi planet berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet dengan matahari.” Hukum Kepler III ini dimuat dalam bukunya yang berjudul Harmony of the Worlds (1619). 

Hukum Kepler ini memberi inspirasi kepada Newton dalam menemukan teori gravitasi. Hukum Kepler ditemukan setelah Kepler bekerja keras selama 18 tahun. Johannes Kepler meninggal dunia di Regensburg, Bavaria, pada tanggal 15 November 1630, pada umur 59 tahun.
Unknown Tokoh