Belajar Fisika itu Mudah

Showing posts with label Gejala Fisika. Show all posts
Showing posts with label Gejala Fisika. Show all posts
Wednesday, November 30, 2016

PENGERTIAN, EFEK, DAN UNSUR UNSUR EFEK RUMAH KACA

Pengantar

Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourierpada tahun 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Mars, Venus, dan benda langit yang memiliki atmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, hanya saja artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi. Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat kegiatan manusia Efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak, batu baradan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Energi yang masuk ke Bumi:
·    25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
·    25% diserap awan
·    45% diserap permukaan bumi
·    10% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.


Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca. (Anonim,2016)

KARBONDIOKSIDA

Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respires dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganikdikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas.

Karbon dioksida di atmosfer bumi dianggap sebagai gas kelumit dengan konsentrasi sekitar 385 ppm berdasarkan volume dan 582 ppm berdasarkan massa. Massa atmosfer bumi adalah 5,14×1018 kg [9], sehingga massa total karbon dioksida atmosfer adalah 3,0×1015 kg (3.000 gigaton). Konsentrasi karbon dioksida bervariasi secara musiman (lihat grafik di samping). Di wilayah perkotaan, konsentrasi karbon dioksida secara umum lebih tinggi, sedangkan di ruangan tertutup, ia dapat mencapai 10 kali lebih besar dari konsentrasi di atmosfer terbuka.

Kenaikan karbon dioksida (CO2) yang merupakan sejenis senyawa kimia berbentuk gas ini biasanya disebabkan oleh adanya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara serta bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan maupun laut untuk menyerapnya. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya efek rumah kaca.

METANA

Metana adalah salah satu gas rumah kaca. Konsentrasi metana di atmosfer pada tahun 1998, dinyatakan dalam fraksi mol, adalah 1.745 nmol/mol (bagian per miliar), naik dari 700 nmol/mol pada tahun 1750. Pada tahun 2008, kandungan gas metana di atmosfer sudah meningkat kembali menjadi 1.800 nmol/mol
Gas  Hidrokarbon Metana biasanya dilepaskan selama produksi serta transportasi batu bara, gas alam, maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen utama gas alam masuk dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah kaca.

Metana adalah salah satu bahan bakar yang penting dalam pembangkitan listrik, dengan cara membakarnya dalam gas turbin atau pemanas uap. Jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya, pembakaran metana menghasilkan gas karbon dioksida yang lebih sedikit untuk setiap satuan panas yang dihasilkan. Panas pembakaran yang dihasilkan metana adalah 891 kJ/mol. Jumlah panas ini lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar hidrokarbon lainnya, tetapi jika dilihat rasio antara panas yang dihasilkan dengan massa molekul metana (16 g/mol), maka metana akan menghasilkan panas per satuan massa (55,7 kJ/mol) yang lebih besar daripada hidrokarbon lainnya. Di banyak kota, metana dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah dan digunakan untuk pemanas rumah dan kebutuhan memasak.

NITROGEN OKSIDA

Sebuah gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan pertanian. Gas Nitrogen Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara saat terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering kali gas ini berasal dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini juga termasuk gas rumah kaca dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.

GAS-GAS LAIN

Selain Karbondioksida, Metana dan Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah kaca, ada pula beberapa gas lain diantaranya adalah belerang dioksida, klorofluorokarbon (CFC) dan lain-lain.

 AKIBAT EFEK RUMAH KACA

Sudah sejak lama para ilmuwan mengkhawatirkan akibat dari efek rumah kaca karena bisa merusak lingkungan. Salah satu akibatnya yang sudah terasa adalah dengan meningkatnya suhu permukaan bumi yang akhirnya bisa mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem. Tentunya hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya hutan serta ekosistem lain di bumi, dan mengurangi kemampuannya guna menyerap karbon dioksida di atmosfer.

Efek rumah kaca sebenarnya tidak selalu buruk dan justru sangat dibutuhkan karena jika tidak ada nantinya bisa mengakibatkan bumi menjadi sangat dingin atau bisa keseluruhan akan tertutupi es. Namun jika gas-gas yang bisa membuat efek rumah kaca telah berlebihan di atmosfer, akibatnya akan mengakibatkan pemanasan global.

Ada satu cara yang “mujarab” untuk mengurangi gas rumah kaca, yakni dengan memelihara pepohonan serta menanam pohon lebih banyak. Pohon dianggap mampu menyerap karbon dioksida lebih cepat dan dalam jumlah banyak, memecahnya melalui fotosintesis, maupun menyimpan karbon pada kayunya. Salah satu upaya dunia internasional untuk menanggulangi gas rumah kaca adalah dengan mengadakan konvensi yang disebut Protokol Kyoto. Protokol Kyoto memerintahkan negara-negara dunia untuk berkomitmen mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida serta lima gas rumah kaca lainnya untuk menanggulangi dampak efek rumah kaca

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga berakibat kepada beberapa pulau kecil tenggelam di negara kepulauan , yang membawa dampak perubahan yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

Baca Juga : Pengertian dan Jenis jenis Radiaktivitas Zat
Wednesday, October 5, 2016

PENGANTAR SEJARAH GRAVITASI

PENGANTAR SEJARAH GRAVITASI

Sir Isaac Newton (lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari 1643- meninggal 31 maret 1727 pada umur 84 tahun) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik.

Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.

Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan "metode Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.

ILUSTRASI ADANYA GRAVITASI


Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.

Pada tahun 1679 Newton kembali mengerjakan mekanika benda langit, yaitu gravitasi dan efeknya terhadap orbit planet-planet, dengan Referensi terhadap hukum Kepler tentang gerak planet. Ini dirangsang oleh pertukaran surat singkat pada masa 1679-80 dengan Hooke, yang telah ditunjuk untuk mengelola korespondensi Royal Society, dan membuka korespondensi yang dimaksudkan untuk meminta sumbangan dari Newton terhadap jurnal ilmiah Royal Society.[23] Bangkitnya kembali ketertarikan Newton terhadap astronomi mendapatkan rangsangan lebih lanjut dengan munculnya komet pada musim dingin 1680-1681,yang dibahasnya dalam korespondensi dengan John Flamsteed.[28] Setelah diskusi dengan Hooke, Newton menciptakan bukti bahwa bentuk elips orbit planet akan berasal dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari. Newton mengirimkan hasil kerjanya ini ke Edmond Halley dan ke Royal Society dalam De motu corporum in gyrum, sebuah risalah yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684 Risalah ini membentuk inti argumen yang kemudian akan dikembangkan dalam Principia.

Principia dipublikasikan pada 5 Juli 1687 dengan dukungan dan bantuan keuangan dari Edmond Halley. Dalam karyanya ini Newton menyatakan hukum gerak Newton yang memungkinkan banyak kemajuan dalam revolusi Industri yang kemudian terjadi. Hukum ini tidak direvisi lagi dalam lebih dari 200 tahun kemudian, dan masih merupakan pondasi dari teknologi non-relativistik dunia modern. Dia menggunakan kata Latin gravitas (berat) untuk efek yang kemudian dinamakan sebagai gravitasi, dan mendefinisikan hukum gravitasi universal.

Dalam karya yang sama, Newton mempresentasikan metode analisis geometri yang mirip dengan kalkulus, dengan 'nisbah pertama dan terakhir', dan menentukan analisis untuk menentukan (berdasarkan hukum Boyle) laju bunyi di udara, menentukan kepepatan bentuk sferoid Bumi, memperhitungkan presesi ekuinoks akibat tarikan gravitasi bulan pada kepepatan Bumi, memulai studi gravitasi ketidakteraturan gerak Bulan, memberikan teori penentuan orbit komet, dan masih banyak lagi.

Newton memperjelas pandangan heliosentrisnya tentang tata surya, yang dikembangkan dalam bentuk lebih modern, karena pada pertengahan 1680-an dia sudah mengakui Matahari tidak tepat berada di pusat gravitasi tata surya. Bagi Newton, titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat dianggap diam, namun seharusnya "titik pusat gravitasi bersama Bumi, Matahari dan Planet-planetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia", dan pusat gravitasi ini "diam atau bergerak beraturan dalam garis lurus". Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak" dengan memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya, di manapun itu, tidak bergerak. Postulat Newton aksi-pada-suatu-jarak yang tidak terlihat menyebabkan dirinya dikritik karena memperkenalkan "perantara gaib" ke dalam ilmu pengetahuan. Dalam edisi kedua Principia (1713) Newton tegas menolak kritik tersebut dalam bagian General Scholium di akhir buku. Dia menulis bahwa cukup menyimpulkan bahwa fenomena tersebut menyiratkan tarikan gravitasi, namun hal tersebut tidak menunjukkan sebabnya. Tidak perlu dan tidak layak merumuskan hipotesis hal-hal yang tidak tersirat oleh fenomena itu. Di sini Newton menggunakan ungkapannya yang kemudian terkenal, Hypotheses non fingo.

Berkat Principia, Newton diakui dunia internasional. Dia mendapatkan lingkaran pengagum, termasuk matematikawan kelahiran Swiss Nicolas Fatio de Duillier, yang menjalin hubungan yang intens dengannya sampai 1693, saat hubungan tersebut mendadak berakhir. Pada saat bersamaan Newton menderita gangguan saraf.
Sunday, December 20, 2015

APA YANG TEORI "BIG BANG" KATAKAN?


Bagaimana alam semesta ini diciptakan? Bagaimana kisahnya menjadi tempat yang tampaknya tak terbatas yang kita ketahui hingga hari ini? Dan apa yang akan terjadi setelah saat ini? Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. Ini adalah pertanyaan yang telah membingungkan para filsuf dan ulama sejak awal waktu, dan menyebabkan beberapa teori cukup liar dan menarik. Saat ini, konsensus di antara ilmuwan, astronom dan kosmolog adalah bahwa alam semesta seperti yang kita tahu itu dibuat dalam sebuah ledakan besar yang tidak hanya menciptakan mayoritas materi, tetapi hukum-hukum fisika yang mengatur kosmos kita terus berkembang.

Hal ini dikenal sebagai The Teori Big Bang. Selama hampir satu abad, istilah tersebut telah menjadi buah mulut para sarjana dan non-sarjana. Teori ini datang dan dapat diterima, melihat teori tersebut menjadi dasar asumsi tentang awal pembentukan alam semesta. Tapi apa sebenarnya artinya? Bagaimana alam semesta kita dikandung dalam ledakan besar, apa bukti yang ada saat ini, dan apa teori jangka panjang untuk alam semesta kita?
APA YANG TEORI "BIG BANG" KATAKAN?

Dasar-dasar teori yang cukup sederhana. Singkatnya, hipotesis Big Bang menyatakan bahwa semua materi saat ini dan masa lalu di alam semesta muncul pada saat yang sama, sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu. Pada saat ini, semua materi itu dipadatkan menjadi bola yang sangat kecil dengan kepadatan tak terbatas dan panas yang hebat disebut Singularity. Tiba-tiba, Singularity mulai berkembang, dan alam semesta seperti yang kita kenal dimulai-.

Meskipun ini bukan satu-satunya teori modern tentang bagaimana alam semesta muncul menjadi Misalnya, ada Teori Negara Mantap atau Universe Teori Osilasi - itu adalah paling banyak diterima dan populer. Tidak hanya model menjelaskan asal usul semua materi yang dikenal, hukum fisika, dan struktur skala besar alam semesta, juga menyumbang perluasan alam semesta dan berbagai fenomena lain

Timeline:.
Bekerja mundur dari keadaan saat alam semesta, para ilmuwan telah berteori bahwa itu pasti berasal pada satu titik kepadatan tak terbatas dan waktu terbatas yang mulai berkembang. Setelah ekspansi awal, teori menyatakan bahwa alam semesta didinginkan cukup untuk memungkinkan pembentukan partikel subatomik, dan atom kemudian sederhana. Awan raksasa dari unsur-unsur primordial kemudian bersatu melalui gravitasi untuk membentuk bintang dan galaksi.
Ini semua dimulai sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, dan dengan demikian dianggap sebagai umur alam semesta. Melalui pengujian prinsip-prinsip teoritis, eksperimen yang melibatkan akselerator partikel dan negara-energi tinggi, dan studi astronomi yang telah mengamati alam semesta yang mendalam, para ilmuwan telah membangun sebuah timeline peristiwa yang dimulai dengan Big Bang dan telah menyebabkan keadaan saat evolusi kosmik .
Namun, masa-masa awal alam semesta - yang berlangsung dari sekitar 10-43sampai 10-11detik setelah Big Bang - adalah subyek spekulasi luas. Mengingat bahwa hukum fisika seperti yang kita tahu mereka tidak bisa ada pada saat ini, sulit untuk membayangkan bagaimana alam semesta bisa saja diatur. Terlebih lagi, eksperimen yang dapat menciptakan jenis energi yang terlibat belum dilakukan. Namun, banyak teori berlaku untuk apa yang terjadi di instan awal ini dalam waktu, banyak yang


Singularity:
Juga dikenal sebagai Planck Epoch (atau Planck Era), ini adalah periode paling awal dikenal dari alam semesta. Pada saat ini, semua materi itu kental pada satu titik kepadatan tak terbatas dan panas yang ekstrim. Selama periode ini, diyakini bahwa efek kuantum gravitasi mendominasi interaksi fisik dan bahwa tidak ada kekuatan fisik lain dari kekuatan sama dengan gravitasi.
Planck ini periode waktu memanjang dari titik 0 sampai sekitar 10-43detik, dan dinamakan demikian karena itu hanya dapat diukur dalam waktu Planck. Karena panas yang ekstrim dan kepadatan materi, keadaan alam semesta adalah sangat tidak stabil. Dengan demikian mulai memperluas dan sejuk, yang mengarah ke perwujudan dari kekuatan dasar fisika.
Dari sekitar 10-43detik dan 10-36,alam semesta mulai menyeberang suhu transisi. Hal ini di sini bahwa gaya dasar yang mengatur alam semesta diyakini telah mulai memisahkan dari satu sama lain. Langkah pertama dalam ini adalah kekuatan gravitasi memisahkan dari pasukan gauge, yang memperhitungkan kekuatan nuklir kuat dan lemah dan elektromagnetisme.
Kemudian, dari 10-36sampai 10-32detik setelah Big Bang, suhu alam semesta adalah cukup rendah (1028K) bahwa kekuatan elektromagnetisme (gaya kuat) dan kekuatan nuklir lemah (interaksi lemah) mampu memisahkan juga, membentuk dua kekuatan yang berbedaEpoch:.
Inflasi
Dengan penciptaan gaya dasar pertama alam semesta, Inflasi Epoch mulai, yang berlangsung dari 10-32detik dalam waktu Planck untuk titik yang tidak diketahui. Kebanyakan model kosmologis menunjukkan bahwa alam semesta pada saat ini dipenuhi homogen dengan kepadatan energi tinggi, dan bahwa suhu yang sangat tinggi dan tekanan memunculkan ekspansi yang cepat dan pendinginan.
Ini dimulai pada 10-37detik, di mana transisi fase yang menyebabkan untuk pemisahan pasukan juga menyebabkan periode di mana alam semesta tumbuh secara eksponensial. Itu juga pada saat ini dalam waktu yang bariogenesis terjadi, yang mengacu pada peristiwa hipotetis di mana suhu yang begitu tinggi bahwa gerakan acak partikel terjadi pada kecepatan relativistik.
Sebagai hasil dari ini, pasangan partikel-antipartikel dari semua jenis sedang terus diciptakan dan dihancurkan dalam tabrakan, yang diyakini telah menyebabkan dominasi materi lebih antimateri di alam semesta ini. Setelah inflasi berhenti, alam semesta terdiri dari plasma quark-gluon, serta semua partikel elementer lainnya. Dari titik ini dan seterusnya, alam semesta mulai dingin dan peduli bersatu dan membentukEpoch:.
Cooling
Sebagai alam semesta terus menurun dalam kepadatan dan temperatur, energi setiap partikel mulai berkurang dan fase transisi berlanjut sampai gaya dasar fisika dan SD partikel berubah menjadi bentuknya yang sekarang. Sejak energi partikel akan jatuh ke nilai-nilai yang dapat diperoleh dengan eksperimen fisika partikel, periode ini dan seterusnya dikenakan kurang spekulasi.
Misalnya, para ilmuwan percaya bahwa sekitar 10-11detik setelah Big Bang, energi partikel turun jauh. Pada sekitar 10-6 detik, quark dan gluon bergabung membentuk barion seperti proton dan neutron, dan kelebihan kecil quark lebih antiquark menyebabkan kelebihan kecil baryon lebih antibaryons.


Karena suhu tidak cukup tinggi untuk membuat baru proton-antiproton pasangan (atau pasangan neutron-anitneutron), pemusnahan massal segera diikuti, meninggalkan hanya satu dari 1010dari proton dan neutron asli dan tidak ada antipartikel mereka. Proses serupa terjadi di sekitar 1 detik setelah Big Bang untuk elektron dan positron. Setelah annihilations ini, sisa proton, neutron dan elektron tidak lagi bergerak secara relativistik dan kepadatan energi alam semesta didominasi oleh foton - dan pada tingkat lebih rendah, neutrinonukleosintesis.
Beberapa menit ke ekspansi, periode yang dikenal sebagai Big Bang  juga mulai. Berkat suhu turun ke 1 miliar kelvin dan kepadatan energi menjatuhkan sekitar setara dengan udara, neutron dan proton mulai bergabung membentuk deuterium alam semesta pertama (isotop stabil Hidrogen) dan atom helium. Namun, sebagian besar dari proton Semesta tetap uncombined sebagai inti hidrogen.
Setelah sekitar 379.000 tahun, elektron dikombinasikan dengan inti ini membentuk atom (sekali lagi, sebagian besar hidrogen), sedangkan radiasi dipisahkan dari materi dan terus berkembang melalui ruang, sebagian besar tanpa hambatan. Radiasi ini sekarang dikenal apa yang merupakan Cosmic Microwave Background (CMB), yang saat ini adalah cahaya tertua di alam semesta.
Sebagai CMB diperluas, secara bertahap kehilangan kepadatan dan energi, dan saat ini diperkirakan memiliki suhu 2,7260 ± 0,0013 K (-270,424 ° C / -454,763 ° F) dan kepadatan energi 0,25 eV / cm3(atau 4,005 × 10-14J / m3;400-500 foton / cm3).CMB dapat dilihat di semua arah pada jarak sekitar 13,8 miliar tahun cahaya, tapi perkiraan tempat jarak sebenarnya itu sekitar 46 miliar tahun cahaya dari pusat alam semestaEpoch:.
Struktur
Selama beberapa miliar tahun yang diikuti, daerah sedikit lebih padat dari materi hampir merata dari alam semesta mulai menjadi gravitasi tertarik satu sama lain. Oleh karena itu mereka tumbuh bahkan lebih padat, membentuk awan gas, bintang, galaksi, dan struktur astronomi lainnya yang kami secara teratur amati sekarang.
Ini adalah apa yang dikenal sebagai Struktur Epoch, karena itu selama ini bahwa alam semesta modern mulai terbentuk. Ini terdiri dari materi yang terlihat didistribusikan dalam struktur dari berbagai ukuran, mulai dari bintang dan planet untuk galaksi, cluster galaksi, dan super cluster - di mana materi terkonsentrasi -. Yang dipisahkan oleh teluk yang sangat besar yang berisi beberapa galaksi
Rincian proses ini tergantung pada jumlah dan jenis materi di alam semesta,  materi dengan dingin gelap,materi gelap hangat, materi gelap panas, dan zat baryon menjadi empat jenis disarankan. Namun, model Lambda-Dingin Dark Matter (Lambda-CDM), di manapartikel-partikelmateri gelapbergerak perlahan dibandingkan dengan kecepatan cahaya, adalah dianggap sebagai model standar kosmologi Big Bang, karena paling sesuai dengan data yang tersedia .
Dalam model ini,dinginmateri gelapdiperkirakan membuat sekitar 23% dari materi / energi alam semesta, sedangkan zat baryon membuat naik sekitar 4,6%. The Lambda mengacu pada Constant kosmologis, teori awalnya diusulkan oleh Albert Einstein yang berusaha untuk menunjukkan bahwa keseimbangan massa-energi di alam semesta itu statis. Dalam hal ini, hal ini terkait dengan Dark Energy, yang bertugas untuk mempercepat perluasan alam semesta dan menjaga struktur skala besar terutama seragampanjang.
Prediksi jangka
Hipotesa bahwa alam semesta memiliki titik awal alami menimbulkan pertanyaan tentang mungkin titik akhir. Jika alam semesta mulai sebagai titik kecil kepadatan tak terbatas yang mulai berkembang, apakah itu berarti ia akan terus berkembang tanpa batas? Atau akan menjadi salah satu hari kehabisan kekuatan ekspansif, dan mulai mundur ke arah dalam sampai semua materi sit-up kembali menjadi bola kecil?
Menjawab pertanyaan ini telah menjadi fokus utama dari ahli kosmologi sejak perdebatan tentang yang model alam semesta adalah yang benar mulai . Dengan penerimaan Teori Big Bang, tetapi sebelum pengamatan Dark Energy pada 1990-an, kosmolog telah datang untuk menyepakati dua skenario sebagai yang paling mungkin hasil untuk alam semesta kita.
Pada bagian pertama, umumnya dikenal sebagai "Big Crunch "skenario, alam semesta akan mencapai ukuran maksimum dan kemudian mulai runtuh ke dalam dirinya sendiri. Ini hanya akan mungkin jika kepadatan massa alam semesta lebih besar dari densitas kritis. Dengan kata lain, selama densitas materi tetap pada atau di atas nilai tertentu (1-3 × 10-26kg materi per m3),Semesta akhirnya akan berkontraksi.
Atau, jika kepadatan di alam semesta yang sama atau di bawah kepadatan kritis, ekspansi akan melambat tetapi tidak pernah berhenti. Dalam skenario ini, yang dikenal sebagai "Big Freeze", alam semesta akan pergi sampai pembentukan bintang akhirnya berhenti dengan konsumsi semua gas antarbintang di setiap galaksi. Sementara itu, semua bintang yang ada akan terbakar dan menjadi bintang kerdil putih, bintang neutron, dan lubang hitam.
Sangat secara bertahap, tabrakan antara lubang hitam akan menghasilkan mengumpulkan ke dalam lubang hitam yang lebih besar dan lebih besar massa. Suhu rata-rata alam semesta akan mendekati nol mutlak, dan lubang hitam akan menguap setelah memancarkan terakhir radiasi Hawking mereka. Akhirnya, entropi alam semesta akan meningkatkan ke titik di mana tidak ada bentuk terorganisir energi dapat diekstraksi dari itu (skenario dikenal sebagai "kematian panas").


Pengamatan modern, yang meliputi keberadaan Dark Energy dan pengaruhnya terhadap perluasan kosmik , telah menyebabkan kesimpulan bahwa semakin banyak alam semesta saat ini terlihat akan melewati acara cakrawala kita (yaitu CMB, tepi apa yang bisa kita lihat) dan menjadi terlihat oleh kita. Hasil akhir dari ini saat ini tidak diketahui, tetapi "kematian panas" dianggap sebagai titik akhir mungkin dalam skenario ini juga.
Penjelasan lain dari energi gelap, yang disebut teori energi hantu, menunjukkan bahwa pada akhirnya galaksi cluster, bintang, planet, atom, inti , dan materi itu sendiri akan terkoyak oleh ekspansi yang terus meningkat. Skenario ini dikenal sebagai "Big Rip", di mana ekspansi alam semesta itu sendiri akhirnya akan kehancuran yangBig:.
Sejarah Bang Theory
Indikasi awal dari Big Bang terjadi sebagai akibat dari pengamatan yang mendalam-ruang yang dilakukan di awal abad ke-20. Pada tahun 1912, astronom Amerika Vesto Slipher melakukan serangkaian pengamatan galaksi spiral (yang diyakini nebula) dan diukur mereka Doppler pergeseran merah. Dalam hampir semua kasus, galaksi spiral diamati akan bergerak menjauh dari kita sendiri.
Pada tahun 1922, ahli kosmologi Rusia Alexander Friedmann mengembangkan apa yang dikenal sebagai persamaan Friedmann, yang berasal dari persamaan Einstein untuk relativitas umum. Bertentangan dengan Einstein menganjurkan pada waktu dengan nya konstan kosmologis, pekerjaan Friedmann menunjukkan bahwa alam semesta kemungkinan dalam keadaan ekspansi.
Pada tahun 1924, pengukuran Edwin Hubble dari jarak yang sangat jauh ke spiral nebula terdekat menunjukkan bahwa sistem ini memang lain galaksi. Pada saat yang sama, Hubble mulai mengembangkan serangkaian indikator jarak menggunakan 100-inch (2,5 m) Hooker teleskop di Observatorium Mount Wilson. Dan 1929, Hubble menemukan korelasi antara jarak dan resesi kecepatan -. Yang sekarang dikenal sebagai hukum Hubble
dan kemudian pada tahun 1927, Georges Lemaitre, seorang fisikawan Belgia dan imam Katolik Roma, secara independen berasal hasil yang sama seperti persamaan Friedmann dan mengusulkan bahwa resesi disimpulkan dari galaksi itu karena ekspansi alam semesta. Pada tahun 1931, ia mengambil ini lebih lanjut, menunjukkan bahwa perluasan saat alam semesta berarti bahwa ayah kembali dalam waktu satu pergi, semakin kecil Universe akan. Pada beberapa titik di masa lalu, ia berpendapat, seluruh massa alam semesta akan terkonsentrasi ke satu titik yang sangat struktur ruang dan waktu berasal.
Penemuan ini memicu perdebatan antara fisikawan di seluruh tahun 1920-an dan 30-an, dengan Sebagian menganjurkan bahwa alam semesta berada dalam keadaan stabil. Dalam model ini, materi baru terus diciptakan sebagai alam semesta mengembang, sehingga menjaga keseragaman dan kepadatan materi dari waktu ke waktu. Di antara para ilmuwan ini, ide dari Big Bang tampak lebih teologis dari ilmiah, dan tuduhan bias dibuat terhadap Lemaitre berdasarkan latar belakang agamanya.


Teori lain yang dianjurkan selama ini juga, seperti Milne Model dan model Oscillary Universe . Kedua teori ini didasarkan pada teori relativitas Einstein umum (yang terakhir yang disahkan oleh Einstein sendiri), dan menyatakan bahwa alam semesta berikut yang tak terbatas, atau terbatas, siklus mandiri.
Setelah Perang Dunia II, perdebatan datang ke kepala antara pendukung Negara Model Mantap (yang telah datang untuk diresmikan oleh astronom Fred Hoyle) dan pendukung Bang Theory Big - yang semakin populer. Ironisnya, itu Hoyle yang menciptakan istilah "Big Bang" saat siaran BBC Radio Maret 1949, yang diyakini oleh beberapa orang untuk menjadi pemberhentian merendahkan (yang ditolak Hoyle).
Akhirnya, bukti pengamatan mulai menyukai Big Bang lebih Mantap Negara. Penemuan dan konfirmasi radiasi latar belakang gelombang mikro pada tahun 1965 mengamankan Big Bang sebagai teori terbaik asal dan evolusi alam semesta. Dari 60-an ke 1990-an, astronom dan ahli kosmologi membuat kasus lebih baik untuk Big Bang dengan memecahkan masalah teoritis itu  Operator
mengangkat.kertas termasuk yang disampaikan oleh Stephen Hawking dan fisikawan lain yang menunjukkan bahwa singularitas itu merupakan kondisi awal yang tak terelakkan dari relativitas umum dan model Big Bang kosmologi. Pada tahun 1981, fisikawan Alan Guth berteori dari periode ekspansi kosmik yang cepat (alias. Yang "Inflasi" Epoch) yang diselesaikan masalah teoritis lainnya.


Tahun 1990-an juga melihat munculnya Dark Energy sebagai upaya untuk menyelesaikan isu yang beredar dalam kosmologi. Selain memberikan penjelasan massa alam semesta yang hilang (bersama dengan Dark Matter, awalnya diusulkan pada tahun 1932 oleh Jan Oort), juga memberikan penjelasan mengapa alam semesta masih percepatan, serta menawarkan resolusi untuk Einstein kosmologis konstan.
Kemajuan yang signifikan dibuat berkat kemajuan dalam teleskop, satelit, dan simulasi komputer, yang telah memungkinkan para astronom dan kosmolog untuk melihat lebih banyak  semestaalamdan mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari usia sebenarnya. Pengenalan ruang teleskop - seperti Cosmic Background Explorer (COBE), Hubble Space Telescope, Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) dan Observatorium Planck - juga telah nilai beragamakurat.
Hari ini, kosmolog memiliki pengukuran yang cukup tepat dan  banyak parameter dari model Big Bang, belum lagi usia alam semesta itu sendiri. Dan itu semua dimulai dengan pengamatan mencatat bahwa objek bintang besar, bertahun-tahun cahaya jauh, perlahan-lahan menjauh dari kita. Dan sementara kita masih tidak yakin bagaimana semua akan berakhir, kita tahu bahwa pada skala kosmologis, itu tidak akan menjadi yang panjang, waktu yang lama!

Artikel lainnya klik di sini:

Sunday, December 6, 2015

APA ITU API?

Apa itu api?--- salam ilmu pengetahuan bagi teman-teman browser yang masih setia menuntut ilmu hingga saat ini. Pada pembahasan kita kali ini akan membahas mengenai apa itu api? mungkin ada beberapa orang yang tidak ini tahu tentang apa itu api? dan mengapa ada api? Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping.

Sebagai seseorang yang ingin mendalami ilmu tentang alam terutama ilmu fisika, maka pertanyaan seperti ini merupakan pertanyaan yang sangat cocok mendasari anda dalam mengkaji fenomena alam.

Kita kembali ke permasalahan,

Apa itu api?

Api adalah oksidasi cepat terhadap suatu material dalam proses pembakaran kimiawi, yang menghasilkan panas, cahaya, dan berbagai hasil reaksi kimia lainnya. Proses oksidasi yang lebih lambat seperti pengkaratan atau pencernaan tidak termasuk dalam definisi tersebut. Api berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya (dengan panjang gelombang juga di luar spektrum visual sehingga dapat tidak terlihat oleh mata manusia) dan panas yang juga dapat menimbulkan asap. Api juga menumbulkan efek panas yang dapat dirasakan, pans tersebut merupakan radiasi yang dipancarkan oleh api dalam bentuk gelombang yang dirambatkan ke segalah arah.


APA ITU API?
Api (warnanya-dipengaruhi oleh intensitas cahayanya) biasanya digunakan untuk menentukan apakah suatu bahan bakar termasuk dalam tingkatan kombusi sehingga dapat digunakan untuk keperluan manusia (misal digunakan sebagai bahan bakar api unggun, perapian atau kompor gas) atau tingkat pembakar yang keras yang bersifat sangat penghancur, membakar dengan tak terkendali sehingga merugikan manusia (misal, pembakaran pada gedung, hutan, dan sebagainya). Daya oksidasi api sangat bergantung pada temperaturnya sendiri dan jenis bahan yang akan di bakar. Jika bahan tersebut merupakan logam maka lama waktu yang dibutuhkan untuk melelehkan sebuah logam bergantung pada titik leleh logam tersebut.

Penemuan cara membuat api merupakan salah satu hal yang paling berguna bagi manusia, karena dengan api, golongan hominids (manusia dan kerabatnya seperti kera) dapat aman dari hewan buas, memasak makanan, dan mendapat sumber cahaya serta menjaga dirinya agar tetap hangat. Bahkan masih banyak masyarakat zaman sekarang tapi terisolir, menganggap api adalah sumber kehidupan segala mahluk hidup.

Hingga saat ini pemanfaatan api sangat besar. Pemanfaatannya bukan hanya di dapur, bahkan pemanfaatan api dalam industri dan laboratorium sangat berperan penting. Tergantung pemnafaatan api itu sendiri bagaimana. Nah, sekarang sudah jelas "Apa itu api?" jika masih ada yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar di bawah!

Unknown Gejala Fisika
Saturday, December 5, 2015

JILATAN API MATAHARI MENDUKUNG USULAN PENJELASAN MEKANISME PARTIKEL-PERCEPATAN

Jilatan Api Matahari Mendukung Usulan Penjelasan Mekanisme Partikel-Percepatan--Bagi para ilmuwan mempelajari dampak dari fenomena ruang, salah satu misteri tengah jilatan api matahari - rilis kolosal energi magnetik di atmosfer matahari yang meletus dengan kekuatan jutaan bom hidrogen - adalah sarana yang ledakan ini menghasilkan radiasi dan mempercepat partikel hampir mendekati kecepatan cahaya dalam hitungan detik.Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping.

Satu temuan terbaru dari pengamatan ditangkap oleh teleskop radio besar, Jansky Very Large Array, telah menjelaskan struktur sulit dipahami dikenal sebagai kejutan terminasi yang diyakini memainkan peran kunci dalam mengkonversi dirilis energi magnetik dari flare menjadi energi kinetik partikel dipercepat.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di majalah Science minggu ini, "percepatan partikel oleh pemutusan flare kejutan surya," ilmuwan surya dicitrakan shock dan evolusi waktu selama suar surya yang tahan lama dan menunjukkan perannya dalam mempercepat partikel.
"Meski diprediksi oleh model teoritis, ini adalah pertama kalinya kami telah memiliki gambar langsung dan film yang menunjukkan berulang formasi, gangguan, dan reformasi kejutan terminasi, memungkinkan kita untuk menghubungkannya langsung ke percepatan partikel, "kata Dale Gary, profesor dibedakan fisika di NJIT dan salah satu penulis artikel.
Guncangan kuat terjadi ketika jet kecepatan tinggi diusir dari ledakan situs energi rilis suar surya bertabrakan dengan plasma stasioner bawah. Salah satu hasil yang mengejutkan adalah bahwa, kadang-kadang, beberapa jet dapat mengganggu shock, setelah shock membutuhkan waktu untuk reformasi. Selama emisi gangguan, radio dan X-ray karena partikel dipercepat diamati menurun tidak hanya pada shock, tetapi di seluruh wilayah memancarkan, menunjukkan bahwa shock setidaknya sebagian bertanggung jawab untuk mempercepat partikel-partikel tersebut.
Pengamatan dimungkinkan oleh kemampuan baru ditingkatkan Karl G. Jansky Very Large Array di 

New Mexico untuk memperoleh lebih dari 40.000 gambar individu per detik pengamatan yang diperlukan untuk menyelesaikan fitur emisi bervariasi cepat diproduksi oleh shock terminasi. Ini tingkat detail diselesaikan memungkinkan identifikasi yang kuat dari sumber radio sebagai kejutan dan mengungkapkan evolusi dinamis. Bin Chen, penulis utama dari artikel tersebut, mengembangkan teknik untuk memvisualisasikan dinamika kejutan dari jutaan gambar yang diambil selama acara. Chen, saat astrofisikawan di Smithsonian Center Harvard Astrofisika, akan bergabung NJIT Januari mendatang.
"Emisi Radio merupakan sarana yang sangat baik untuk mempelajari partikel berenergi tinggi, karena partikel memancarkan gelombang radio sangat mudah tanpa kehilangan banyak energi dalam proses. High partikel energi tidak langsung terlihat melalui teleskop surya optik, sementara mereka menghasilkan energi yang lebih tinggi X-ray foton terutama ketika partikel menghantam permukaan Matahari dan melepaskan semua energi mereka, "kata Gary. "Untuk lebih memahami flare, penting untuk mendeteksi partikel di mana mereka diproduksi, yang dilakukan melalui pengamatan radio, selain di mana di lingkungan surya energi mereka disimpan, yang merupakan peran optik, ultraviolet, dan X . pengamatan ray

Nah, inilah sedikit berita terbaru terkait penemuan "Jilatan Api Matahari Mendukung Usulan Penjelasan Mekanisme Partikel-Percepatan".

Reverensi:
http://phys.org/news /2015-12-insights-solar-flares-explanation-particle-acceleration.html#jCp

Unknown Gejala Fisika
Thursday, December 3, 2015

CONTOH PERUBAHAN FISIKA

Contoh perubahan fisika--- Semua benda/material yang ada di dunia merupakan perwujudan sebuah zat yang dimana zat ini tersusun oleh ratusan hingga milyaran atom. atom atom inilah yang akan menentukan karakteristik material tersebut. Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. Pada kondisi abnormal, suatu material akan mengalami perubahan sehingga bentuk meterial tidak akan sama sekali sama dengan bentuk semula. Namun pada beberapa meterial akan kembali ke bentuk semulanya.

Pada artikel ini kami akan membahas mengenai contoh perubahan fisika berbagai macam zat, namun tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa perubahan fisika suatu material yang tidak kami sebutkan sehingga kami berharap agar teman-teman berkomentar dan bertanya jika terdapat terdapat kekeliruan.

CONTOH PERUBAHAN FISIKA
Perubahan fisika melibatkan wujud zat dan energi. Tidak ada zat baru dibuat selama perubahan fisika, meskipun hal ini mengambil bentuk yang berbeda. Ukuran, bentuk, dan warna materi dapat berubah. Juga, perubahan fisika terjadi ketika zat yang dicampur, tapi bukan reaksi kimia. Salah satu cara untuk mengidentifikasi perubahan fisika adalah bahwa perubahan tersebut terjadi reversibel, terutama perubahan fase. Sebagai contoh perubahan fisika, jika kita membekukan es batu, kita dapat mencairkannya ke dalam air lagi. proses perubahan bentuk fisika material alam ini dipengaruhi oleh kekuatan mekanik yang ada pada meterial tersebut.(baca klasifikasi material alam di sini)

Apa yang dimaksud dengan Perubahan Fisik?


Setiap jenis perubahan yang terjadi tanpa mengubah komposisi kimianya, adalah perubahan fisika. Perubahan fisika ditandai dengan perubahan atribut fisik yang berhubungan dengan benda apapun, seperti keadaan materi (padat, cair atau gas), kepadatan, suhu, volume (atau bentuk), yang terjadi tanpa modifikasi dalam struktur kimia fundamentalnya. Tidak ada penciptaan produk kimia baru atau perubahan massa keseluruhan. Juga, jenis perubahan biasanya sementara dan dalam beberapa kasus, benar-benar reversibel.

  • Sebuah logam meleleh bila dipanaskan
  • Memotong kertas atau kain dengan gunting
  • Transmisi suara melalui udara
  • Sebuah patung yang diukir dari sepotong kayu
  • Air membeku selama musim dingin dan menjadi es
  • Membentuk tanah liat menjadi objek yang berbeda
  • Es krim mencair
  • Memanas logam dan menempanya menjadi bentuk yang berbeda
  • Sublimasi Iodine ketika mengalami panas
  • Gaya gravitasi
  • Tinta yang diserap oleh kertas atau kapur
  • Magnetisasi kuku besi
  • mencair es batu
  • air mendidih
  • pencampuran pasir dan air
  • memecahkan gelas
  • melarutkan gula dan air
  • memotong kertas
  • memotong kayu
  • pencampuran kelereng merah dan hijau
  • sublimating es kering
  • menghancurkan kaleng
Kasus di atas merupakan beberapa contoh perubahan fisika yang terjadi di sekitar kita. Jika masih terdapat hal-hal yang masih belum dimengerti silahkan berkomentar dalam kolom komentar terkait pembahasan "contoh perubahan fisika"
Unknown Gejala Fisika

DAMPAK EL NINO DI INDONESIA

Apa itu Elnino???

El Nino merupakan suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Sebelum melanjutkan kegiatan membaca anda, bantu kami untuk klik gambar di samping. Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim.
Dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia (pasifik equator bagian barat) umumnya hangat dan karenanya proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk. Namun ketika fenomena el-nino terjadi, saat suhu permukaan laut di pasifik equator bagian tengah dan timur menghangat, justru perairan sekitar Indonesia umumnya mengalami penurunan suhu (menyimpang dari biasanya). Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia.
Fenomena el-nino diamati dengan menganalisis data-data atmosfer dan kelautan yang terekam melalui weather buoy yaitu suatu alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja otomatis dan ditempatkan di samudra. Di samudra pasifik, setidaknya saat ini terpasang lebih dari 50 buah buoy yang dipasang oleh lembaga penelitian atmosfer dan kelautan Amerika (National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA) sejak 1980-an. Dengan alat-alat inilah kita mendapatkan data suhu permukaan laut sehingga bisa melakukan pemantauan terhadap kemunculan fenomena el-nino.

Fenomena el-nino bukanlah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaaan laut yang biasanya dingin kemudian menghangat bisa memakan waktu dalam hitungan minggu hingga bulan. Karena itu pengamatan suhu permukaan laut juga bisa bermanfaat dalam pembuatan prediksi atau prakiraan akan terjadinya el-nino, karena kita bisa menganalisis perubahan suhu muka laut dari waktu ke waktu. Di BMKG, pemantauan terhadap fenomena el-nino juga dilakukan dengan memanfaatkan data dari buoy-buoy tersebut. Pemantauan ini dilakukan dengan membuat peta perkembangan suhu lautan baik sebaran spasial (lintang-bujur) maupun irisan vertikal yaitu peta suhu laut untuk beberapa tingkat kedalaman. Produk-produk analisis ini tersedia di web resmi BMKG.

DAMPAK EL NINO DI INDONESIA



Pusat prakiraan iklim Amerika (Climate Prediction Center) mencatat bahwa sejak tahun 1950, telah terjadi setidaknya 22 kali fenomena el-nino, 6 kejadian di antaranya berlangsung dengan intensitas kuat yaitu 1957/1958, 1965/1966, 1972/1973, 1982/1983, 1987/1988 dan 1997/1998. Intensitas el-nino secara numerik ditentukan berdasarkan besarnya penyimpangan suhu permukaan laut di samudra pasifik equator bagian tengah. Jika menghangat lebih dari 1.5 oC, maka el-nino dikategorikan kuat.

Sebagian besar kejadian-kejadian el-nino itu, mulai berlangsung pada akhir musim hujan atau awal hingga pertengahan musim kemarau yaitu Bulan Mei, Juni dan Juli. El-nino tahun 1982/1983 dan tahun 1997/1998 adalah dua kejadian el-nino terhebat yang pernah terjadi di era modern dengan dampak yang dirasakan secara global. Disebut berdampak global karena pengaruhnya melanda banyak kawasan di dunia. Amerika dan Eropa misalnya, mengalami peningkatan curah hujan sehingga memicu bencana banjir besar, sedangkan Indonesia, India, Australia, Afrika mengalami pengurangan curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang.

Di Indonesia, masih jelas dalam ingatan kita, pada tahun 1997 terjadi bencana kekeringan yang luas. Pada tahun itu, kasus kebakaran hutan di Indonesia menjadi perhatian internasional karena asapnya menyebar ke negara-negara tetangga. Kebakaran hutan yang melanda banyak kawasan di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat itu, memang bukan disebabkan oleh fenomena el-nino secara langsung. Namun kondisi udara kering dan sedikitnya curah hujan telah membuat api menjadi mudah berkobar dan merambat dan juga sulit dikendalikan. Di sisi lain, kekeringan dan kemarau panjang juga menyebabkan banyak wilayah sentra pertanian mengalami gagal panen karena distribusi curah hujan yang tidak memenuhi kebutuhan tanaman.

Publikasi-publikasi ilmiah menunjukkan bahwa dampak el-nino terhadap iklim di Indonesia akan terasa kuat jika terjadi bersamaan dengan musim kemarau, dan akan berkurang (atau bahkan tidak terasa) jika terjadi bersamaan dengan musim penghujan. Dampak el-nino juga ternyata berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lain, bergantung pada karakteristik iklim lokal. Oleh karena itu, menjadi menarik bagi para analis iklim untuk memperhatikan sebaran dampak el-nino dari bulan ke bulan (khususnya di musim kemarau) dan dari satu lokasi ke lokasi lain, berdasarkan catatan kejadian el-nino di masa lalu. Analisis semacam ini bisa dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan terkait dampak elnino, misalnya saja dalam kebijakan tentang ketahanan pangan.

Unknown Gejala Fisika
Friday, November 20, 2015

PERNYATAAN EFEKFOTOLISTRIK

Pada pembahasan fisika mengenai fisika kuantum, pastinya kita mengetahui bahwa dalam fisika kuantum terdapat gejala-gejala alam yang tidak dapat dijelaskan oleh fisika klasik. Ketidakmampuan teori klasik dalam menjelaskan gejala-gejala kuantum inilah sehingga teori kuantum muncul. Kemunculan teori kuantum untuk menjawab berbagai pertanyaan para ilmuan kala itu menjadi solusi dari kekurangan dari teori klasik. Max Planck dan Albert. Einstei merupakan dua dari benyak ilmuan pendri fisika kuantum yang sangat berpengaruh.

Berdasarkan teori-teori fisika kuantum, pertanyaan-pertanyaan yang menjadi perdebatan para ilmuan kini telah terjawab. Salah satu gejala yang telah dijawab oleh fisika kuantum adalah efek foto listrik. Pada artikel ini kita akan membahas seputar pernyataan efek fotolistrik, di mana pada artikel ini akan menjelaskan bahwa apa sebenarnya yang diperoleh dari percobaan efek fotolistrik.

PERNYATAAN EFEKFOTOLISTRIK


Apa itu efek foto listrik?


Pertanyaan mendasar yang harus diketahui sebelum beranjak ke pokok pembahasan.

Pengertian

Efek fotolistrik merupaakan gejala fisika yang pertama kali ditemukan oleh Hertz pada tahun 1887 ketika mendemonstrasikan keberadaan gelombang elektromagnetik. Pada alat eksperimennya yang terdiri atas sebuah antena pemancar gelombang (receiver), Hertz mengamati bahwa percikan bunga api yang timbul pada receiver akan lebih mudah terjadi jika elektrode tempat terjadinya percikan bunga api itu  disinari dengan cahaya yang berasal dari percikan bunga api pada bagian pemancar. Setahun kemudian, Hallwachs mengamati bahwa sebuah plat seng, yang bersifat lebih negatif dibandingkan dengan lingkungannya, akan mengalami pelepasa elektron jika diseinari dengan cahaya ultraviolet sebagai aliran muatan-muatan negatif, barulah diketahui bahwa pemancaran elektronlah yang menjadi alasan terjadinya proses ini.

Analisis semi-kuantitatif gejala efek fotolistrik pertama kali dilakukan oleh Philips Lenard pada tahun 1902. Dalam eksperimennya, lenard menggunakan sebuah tabung kaca yang divakumkan yang didalamnya terdapat dua buah elektrode. satu dari elektrode ini disebut sebagai katode cahaya (photocathode) yang terbuat dari aluminium. katode ini disinari dengan cahaya. Elektrode lainnya disebut anode, diberi potensial U yang lebuh negatif terhadap katode. Jika elektron bermuatan negatif e dapat melewati bedapotensial antara kedua eletrode ini. maka akan terdeteksi arus pada rangkaian luar tabung. Dari eksperimen ini, lenard mengamati bahwa terdapat sebuah lonjakan arus jika nilai mutlak potensial jauh dibawah nilai ambang. Nilai ambang bergantung pada sumber cahaya yang digunakan.

ketika itu, teori fisika tidak dapat menjelaskan hasil pengamatan tersebut dan dalam kebuntuan inilah datang seorang pegawai kantor Paten di Swis dengan jabatan ahli teknik kelas tiga, Albert Einstein.

Einstein denga  menggunakan gagasan utama Planck memberikan penjelasan teoritis terhadap  hasil pengamatan gejala efekfotolistrik. Dalam bagian akhir makalahnya yang berjudul On a heuristic point of view concerning the production and conevrsion of light yang terbit pada tahun 1905, Einstein menunjukkan bahwa secara tak langsung telah terdapat bukti eksperimen akan keberadaan kuanta cahaya. Dengan konsep kuanta cahaya ini, Einstein merumuskan persamaan yang menghubungkan antara potensial ambang  Uo dengan frekuensi chaya monokromatik v yang digunakan untuk menyinari katode, yaitu -eUo=hv-W. Terhadapa persamaan ini, Einstein menulis, "jika hasil penerunan persamaan ini benar, maka Uo yang plot grafiknya dibuat dalam koordinat Cartesian sebagai fungsi dari frekuensi cahya yang terpancar, akan diperoleh sebuah garis linear, kemiringan garis ini tidaklah dipengaruhi oleh jenis bahan katode yang kita gunakan dalam percobaan."

Sebelas tahun kemudian, pada tahun 1916, Milikan memubliskan hasil eksperimen yang samngat cocok dengan persamaan Einstein. Milikan, seperti halnya fisikawan lainnya pada saat itu, menerima persamaan yang diturunkan oleh Einstein, tetapi menolah hipotesis kuanta cahaya. Dalam kalimat pembuka makalahnya, Milkan mengatakan, "persamaan fotolistrik Einstein,... dalam pandangan saya tidak dapat dipandang sekarang ini sebagai akhir dari pencarian sejumlah landasan teori yang memuaskan."

Atas penjelasannya terhadapa fenomena efek fotolistik ini, pada tahun 1921, Albert Einstein dianugrahi nobel Fisika oleh The Royal Academy of science Swedia.

pada pernyataan efek fotolistrik di atas terdapat kesimpulan yang dikemukakan oleh Einstein yaitu "cahaya sebagai kuanta (foton)"